Social Icons

facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2014

Ciri-ciri Motivasi Berprestasi

          Atkinson (1982) dalam Sujarwo (2013) mengemukakan bahwa seseorang yang memiliki motivasi berprestasi tinggi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a) memiliki tanggung jawab yang tinggi pada tugasnya, b) menetapkan tujuan yang menantang, sulit dan realistik, c) memiliki harapan sukses, d) melakukan usaha yang keras untuk mencapai kesuksesan, e) tidak memikirkan kegagalan, dan f) berusaha memperoleh hasil yang terbaik. McCelland dalam Uno (2009: 47) menandai sifat-sifat dasar orang awam dengan kebutuhan pencapaian yang tinggi, yaitu: “(1) Selera akan keadaan menyebabkan seseorang dapat bertanggungjawab secara pribadi, (2) Kecenderungan menentukan sasaran-sasaran yang pantas (sedang) dan memperhitungkan resikonya, dan (3) Keinginan untuk mendapatkan umpan balik yang jelas atas kinerja”.
         Berdasarkan ciri-ciri di atas dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi adalah siswa yang selalu berusaha keras untuk dapat mencapai prestasi yang terbaik dengan cara selalu bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan. Siswa ini juga menyukai tugas yang tingkatannya sedang dan sulit karena akan membuat siswa tersebut tertantang.

Daftar Rujukan:
Sujarwo.2013. Motivasi Berprestasi Sebagai Salah Satu Perhatian Dalam Memilih Strategi Pembelajaran
Uno, H.B. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Pengertian Motivasi Berprestasi

          Motivasi berasal dari kata bahasa inggris yaitu motivation yang berarti dorongan. “Motivasi adalah kekuatan pendorong yang ada dalam diri seorang individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dalam mencapai tujuan” (Masnur dkk, 1987:42). Dimyati dan Mudjiono (2009:80) berpendapat bahwa “motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia”. Menurut Ardhana (1992), motivasi adalah faktor penting dalam mencapai prestasi, baik prestasi akademik maupun dalam bidang lain. Berdasarkan pernyataan para ahli dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah dorongan yang terdapat dalam diri manusia yang mengadakan perubahan tingkah laku kearah lebih baik dalam mencapai tujuan. Dengan motivasi tersebut seseorang akan berusaha meningkatkan hasil kerja yang ingin dicapai secara terus menerus sampai ia dapat meraih prestasi yang diinginkannya.
          Menurut Winkel (2005:194), motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan kebutuhan yang tidak mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar sendiri atau dapat dikatakan motivasi yang berasal dari luar diri siswa. Sedangkan motivasi intrinsik adalah kegiatan belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan penghayatan sesuatu kebutuhan dan dorongan secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Salah satu motivasi intrinsik pada siswa adalah motivasi berprestasi.
        Motivasi berprestasi merupakan suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu, salah satunya dorongan tersebut adalah untuk mendapatkan prestasi. Menurut McClelland dalam Laba (2010) mendefinisikan motivasi berprestasi sebagai suatu dorongan seseorang untuk berhasil dalam kompetisi dengan suatu standar keunggulan (standar of excellent). Khan (2003:59), mendefinisikan motivasi berprestasi sebagai kebutuhan untuk mengatasi tantangan. Sedangkan Winkel (2005:175) berpendapat bahwa motivasi berprestasi merupakan daya penggerak dalam diri seseorang untuk mencapai prestasi belajar setinggi mungkin untuk menghargai dirinya. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, maka menurut peneliti motivasi berprestasi secara operasional didefinisikan sebagai perilaku yang bertujuan untuk mencapai hasil yang terbaik, untuk melakukan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain.
        Menurut Sujarwo (2013), motivasi berprestasi memberikan pengaruh kuat terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Harapan, keinginan dan usaha siswa yang timbul dalam diri siswa berfungsi sebagai energi pendorong bagi siswa untuk belajar dan mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh serta menyelesai-kan tugas-tugas belajarnya dengan baik, sehingga akan diperoleh hasil belajar optimal. Umumnya siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi mempunyai akademik yang baik, sebaliknya siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah memiliki kemampuan akademik yang lebih rendah meskipun sebenarnya motivasi belum dapat menjamin prestasi seseorang, demikian pula prestasi seseorang tidaklah mencerminkan motivasinya (Keefe dan Jenkins, 1993 dalam Zenzen, 2002). Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat dikatakan bahwa motivasi berprestasi yang dimiliki seseorang dapat mempengaruhi hasil belajar walaupun tidak menjamin motivasi berprestasi tinggi akan menjamin prestasi yang didapat-nya juga akan tinggi.


Daftar Pustaka:
Ardhana, I.W. 1992. Atribusi Terhadap Sebab-Sebab Keberhasilan dan Kegagalan serta Kaitannya dengan Motivasi untuk Berprestasi. Jurnal Forum Penelitian IKIP Malang, Tahun 4, No 1 dan 2, halaman 79-98.
Djamarah, B.S.&Zain, A. 2010. Strategi Beajar Mengajar (Edisi Revisi). Jakarta: PT Rineka Cipta.
Dimyati&Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Khan, W. A. 2003. Teaching Motivation. India: Discovery Publishing House.